Saturday, May 8, 2021

Penerapan Budaya 6S Pada Saat Praktikum untuk pencegahan Covid-19

Laboratorium dan bengkel sebagai lingkungan kerja untuk menumbuhkan budaya industri dengan mengimplementasikan 6S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke, Safety) dan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Budaya 5S/5R dan Budaya K3 C.A.N.T.I.K. atau T.A.M.P.A.N. pada lampiran gambar.
Berikut protocol kesehatan untuk pencegahan Covid-19:

a. Prosedur memasuki ruang

 

  1. Peserta didik/pengguna ruangan belajar diharuskan melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD) yakni dengan menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau 2 (dua) lapis yang di dalamnya di isi tisu dengan baik serta diganti setelah digunakan selama 4 (empat) jam/lembar. Apabila akan memasuki ruangan praktik, maka peserta didik harus menggunakan APD sesuai dengan panduan SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
  2. Mewajibkan setiap orang yang akan masuk untuk mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  3. Memasuki ruangan dengan antri dan dibuat jarak antrian dengan standar kesehatan 1,5 meter antar peserta didik. dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan.
  4. Meminimalisir kontak telapak tangan dengan gagang pintu ketika membuka/ menutup ruangan.
  5. Menerapkan prosedur pemeriksaan suhu bagi guru/laboran/siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran teori/praktik, untuk memastikan bahwa kondisi tubuh dalam keadaan sehat dengan suhu tubuh dibawah 37,3 derajat.

b. Prosedur penggunaan ruang

  1. Menempelkan poster dan/atau media komunikasi, informasi, dan edukasi lainnya pada area strategis di lingkungan SMK, antara lain pada gerbang SMK, papan pengumuman, kantin, toilet, fasilitas CTPS, lorong, tangga, lokasi antar jemput, dan lain-lain yang mencakup informasi pencegahan Covid-19 dan gejalanya protocol kesehatan selama berada di lingkungan SMK informasi area wajib masker, pembatasan jarak fisik, CTPS dengan air mengalir serta penerapan etika batuk/bersin ajakan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) prosedur pemantauan dan pelaporan kesehatan warga SMK informasi kontak layanan bantuan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial dan protocol kesehatan sesuai panduan dan Keputusan Bersama ini.
  2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di SMK setiap hari selama 1 (satu) minggu sebelum penyelenggaraan tatap muka dimulai dan dilanjutkan setiap hari selama SMK menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, antara lain pada lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, pegangan pintu, toilet, sarana CTPS dengan air mengalir, alat peraga/edukasi, computer dan papan tik, alat pendukung pembelajaran, tombol lift, ventilasi buatan atau AC, dan fasilitas lainnya. 
  3. Menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai di area gerbang sekolah, depan ruang belajar teori dan praktik atau di tempat lain yang mudah di akses oleh warga sekolah.


 

Ruang praktik Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan


Dalam SNP SMK 2018 ruang praktik Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti pekerjaan logam  dasar, membubut lurus, bertingkat, tirus, ulir luar dan dalam, eksentrik, oval, memfrais lurus, bertingkat, roda gigi, rack gear, menggerinda-alat, dan pengepasan atau pemasangan komponen. Besarnya luasan minimum ruang praktik Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan adalah 150 m2  (seratus lima puluh meter persegi). Selanjutnya, detail luas minimum ruang praktik tercantum di dalam Tabel

Tabel Detail kebutuhan luas minimum ruang praktik teknik pemesinan
 

Pengembangan desain ruang menggunakan prinsip fleksibilitas ruang praktik yang dapat digunakan untuk memenuhi standar minimal ruang praktik, sebagai maker space dan sebagai ruang praktik untuk
membentuk  kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis teaching factory atau
project.

 

 



https://cahyonopolsas.blogspot.com/

Featured Post

Las SMAW (Shield Metal Arc Welding)