Friday, July 26, 2019

Kurikulum Teknik Pemesinan (3 Tahun)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.  

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Mata Pelajaran : Simulasi dan Komunikasi Digital
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)

 

Mata Pelajaran : Fisika
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata Pelajaran : Kimia
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)


 


Thursday, February 23, 2017

Wisata Religi Raja Sumenep



Pemakaman para Raja-raja Sumenep atau  sering disebut juga Pemakaman Asta tinggi terletak di Jalan Raya Asta Tinggi, Kebon Agung, Kota Sumenep, Madura.

Abdullah Juru Kunci menjelaskan, Asta Tinggi adalah kawasan pemakaman khusus para Pembesar /Raja / Kerabat Raja yang teletak di kawasan dataran tinggi bukit Kebon Agung Sumenep yang di bangun sekitar tahun 1750M.

Pemakaman Asta tinggi sendiri di terbagi menjadi 7 bagian, diantaranya :
1. Kawasan Asta Induk, terdiri dari : Kubah Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I, Kubah Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro, Kubah Kanjeng Tumenggung Ario Cokronegoro III (Pangeran Akhmad atau Pangeran Djimat), Pangeran Pulang Djiwo, Makan para istri dan selir para Raja
2. Kawasan Makam Ki Sawunggaling
3. Kawasan Makam Patih Mangun
4. Kawasan Makam Kanjeng Kai/Raden Adipati Suroadimenggolo
5. Kawasan makam Raden Adipati Pringgoloyo / Moh. Saleh
6. Kawasan Makam Raden Tjakra Sudibyo
7. Kawasan Makam Raden Wongsokoesomo.

Di lokasi ini sering terdapat kejadian mistis, "Sering terlihatnya penampakan seorang wanita dan seorang Laki-laki yang mengenakan pakain kebangsawanan Madura." Kata Abdullah kepada wagataberita.com Rabu(23/11/2016).

Abdullah menambahkan, Makam Hj R. Ajeng Salmah binti kiai RB Abdul Latif, salah satu keturunan raja ke-13 dari Paku Nata Ningrat pernah meledak pada Selasa (19/1/2010) pukul 22.30 WIB. "sampai saat ini tidak tau apa penyebab meledaknya makam tsb".Kata Abdullah Menegaskan.

Subhan salah satu pengunjung dari Sidoarjo merasa hatinya menjadi tenang setiap kali berkunjung ke wisata religi seperti ini.

"Tempatnya bagus, berdoa jadi lebih khusyuk karena suasanya hening karena berada di atas bukit". kata Subhan.

Subhan menambahkan, Saya sering berkunjung ke wisata religi seperti ini di Surabaya,  ini kebetulan sedang pulang kampung ke Madura, menyempatkan untuk mampir.

Friday, December 2, 2016

Musium Kraton Sumenep Menyimpan Banyak Sejarah


Musium Kraton Sumenep jalan Dr.  Soetomo no. 6 Sumenep,  Madura, Jawa Timur menyimpan banyak sejarah.

Rian pemandu wisata menjelaskan, Musium Kraton Sumenep di resmikan pada 9 maret 1965 oleh Bupati Sumenep yg ke 9 yaitu Drs. Abdurahman.

Karaton Pajagalan atau lebih dikenal Karaton Sumenep dibangun di atas tanah pribadi milik Panembahan Somala penguasa Sumenep XXXI.

Keraton tersebut dibangun Pada tahun 1781 dengan arsitek pembangunan Karaton oleh Lauw Piango salah seorang warga keturunan Tionghoa yang mengungsi akibat Huru Hara Tionghoa 1740 M di Semarang.

Didalam lokasi terdapat peninggalan yang unik salah satunya Al-Quran yang ditulis tangan oleh Sultan Abdurrahman.


"Konon, proses penyelesaian Al-Quran yang ditulis Raja Sumenep sekitar 200 tahun silam". Kata Rian Rabu (23/11/2016).

Al Quran tulisan tangan ini berukuran panjang 4 meter, lebar 3 meter dan beratnya mencapai 500kg, "Sultan Abdurrahman menyelesaikannya hanya memakan waktu satu hari satu malam." tambah Rian.

Selain itu juga ada kereta Melor hadiah dari Kerajaan Inggris oleh Raffles pada tahun 1812 karena beliau dapat menterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke bahasa Inggris. "Sampai sekarang masih dapat dipergunakan dan di keluarkan pada saat upacara hari jadi kota Sumenep." Rian menegaskan.


Di lokasi tersebut ada pula kolam pemandian istri para Raja dan dayang-dayang nya, yang letaknya berada di sebelah Timur pendopo Agung.

Rian menambahkan kolam  pemandian itu disebut Taman Sare yang di yakini mempunyai kekuatan ajaib untuk menambah aura kecantikan dan lekas mendapatkan jodoh.

Musium tersebut didalamnya juga terdapat alat-alat peninggalan jaman dulu saat perang, seperti baju perang,  pedang,  golok, celurit, samurai, meriam dan masih banyak lagi.

Ira salah satu pengunjung mengatakan sangat senang bisa mengunjungi lokasi tersebut.

"Musium Kraton Sumenep adalah warisan sejarah yang harus selalu di jaga kelestariannya." kata Ira.

Friday, November 2, 2012

DICARI BESI COR

KAMI BERANI MEMBELI  BESI COR DENGAN HARGA Rp.4000,-/Kg
SYARAT MINIMAL 2 TON
ANDA MEMILIKI 

HUBUNGI :


082330220183 (YUSUF)

087751020009 (ANGGA)



Jangan lupa menyantumkan info ini dari http://cahyonopolsas.blogspot.com
Created by : Dwi Cahyono

Featured Post

Las SMAW (Shield Metal Arc Welding)