Wednesday, February 1, 2012

DOWNLOAD MODUL PEMESINAN

  1. MENGOPERASIKAN MESIN
  2. MENGUKUR KOMPONEN
  3. MENYETEL DAN MERAWAT MESIN 
  4. EMPAT ATURAN DASAR KALKULASI.pdf
  5. MENGHITUNG KELILING .pdf
  6. MENGHITUNG LUAS.pdf
  7. PERHITUNGAN PECAHAN.pdf
  8. PERHITUNGAN VOLUME BENDA TEGAK LURUS.pdf
  9. KESELAMATAN KERJA .pdf
  10. MEMERIKSA KESESUAIAN KOMPONEN DENGAN SPESIFIKASI.pdf
  11. MEMPERSIAPKAN PEKERJAAN.pdf
  12. MENENTUKAN PERSYARATAN KERJA.pdf
  13. PENGOPERASIAN MESIN BUBUT.pdf
  14. PROSES MEMBOR, MERIMER, MEMPERBESAR LUBANG, MEMBUAT ULIR TUNGGAL, MEMOTONG.pdf
  15. MEMBUBUT KOMPLEK.pdf
  16. PEMILIHAN ALAT POTONG.pdf
  17. PERSIAPAN PEKERJAAN MEMBUBUT KOMPLEKS.pdf
  18. KODE PEMROGRAMAN MESIN BUBUT CNC.pdf
  19. KODE PEMROGRAMAN MESIN FREIS CNC.pdf
  20. MEMAHAMI DASAR-DASAR PEMROGRAMAN.pdf
  21. MEMBUAT PROGRAM CNC MESIN BUBUT.pdf
  22. MEMBUAT PROGRAM CNC MESIN FREIS.pdf
  23. MENCOBA PROGRAM CNC.pdf
  24. PEMASANGAN BENDA KERJA.pdf
  25. PENGEPRAISAN RODA GIGI HELIK MIRING.pdf
  26. PENGEPRAISAN RODA GIGI LURUS DAN RACK.pdf
  27. PENGGUNAAN KEPALA PEMBAGI.pdf
  28. KESELAMATAN KERJA GERINDA.pdf
  29. MENGATUR OFFSET PERKAKAS POTONG PADA MESIN BUBUT CNC.pdf
  30. MENGESET DATUM PEMASANGAN BENDA KERJA PADA MESIN CNC.pdf
  31. MENGGERINDA ALAT POTONG.pdf
  32. PERSYARATAN KERJA GERINDA.pdf
  33. KESELAMATAN KERJA.pdf
  34. MENENTUKAN PERSYARATAN KERJA.pdf
  35. MENGGERINDA BENDA KERJA.pdf
  36. PEMILIHAN RODA GERINDA.pdf
  37. MEMERIKSA KERATAAN.pdf
  38. MEMERIKSA KEBULATAN.pdf
  39. MEMELIHARA PERALATAN PEMBANDING DAN ATAU PENGUKURAN DASAR.pdf
  40. MEMERIKSA KESEJAJARAN.pdf
  41. MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR PRESISI BAIK.pdf
  42. MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR PRESISI RENDAH.pdf
  43. MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR PRESISI SEDANG.pdf
  44. MENENTUKAN PERSYARATAN  KERJA.pdf
  45. MEMERIKSA KOMPONEN YANG  DIKERJAKAN.pdf
  46. MEMPERSIAPKAN MESIN.pdf
  47. MENGOPERASIKAN MESIN.pdf
  48. MEMELIHARA ALAT UKUR PRESISI.pdf
  49. MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI.pdf
  50. PEMILIHAN ALAT POTONG.pdf

ALAT POTONG PADA MESIN BUBUT

Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan untuk menyayat produk/benda kerja. Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong yang sering digunakan adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak digunakan di industri-industri dan bengkel-bengkel antara lain baja karbon, HSS, karbida, diamond dan ceramik.
1. Geometris alat potong
Hal yang sangat penting diperhatikan adalah bagaimana alat potong dapat menyayat dengan baik, dan untuk dapat menyayat dengan baik alat potong diperlukan adanya sudut baji, sudut bebas dan sudut tatal sesuai ketentuan, yang semua Ini disebut dengan istilah geometris alat potong. Sesuai dengan bahan dan bentuk pisau, geometris alat potong untuk penggunaan setiap jenis logam berbeda.


Selain itu sudut kebebasan pahat juga harus dipertimbangkan berdasarkan penggunaan, arah pemakanan dan arah putaran mesin.
a. Pahat bubut rata kanan
Pahat bubut rata kanan memilki sudut baji 80º dan sudut-sudut bebas lainnya sebagaimana gambar 26, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam.
 
b. Pahat bubut rata kiri
Pahat bubut rata kiri memilki sudut baji 55º, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala lepas.
 
c. Pahat bubut muka
Pahat bubut muka memilki sudut baji 55º, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata permukaan benda kerja (facing) yang pemakanannya dapat dimulai dari luar benda kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari titik senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran mesinnya.
 
d. Pahat bubut ulir
Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat, sudut puncak 55° adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60°.
2. Penggunaan pahat bubut luar
Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa salahsatu alat potong yang sering digunakan pada proses pembubutan adalah pahat bubut. Bentuk, jenis dan bahan pahat ada bermacam-macam yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Prosesnya adalah benda kerja yang akan dibubut bergerak berputar sedangkan pahatnya bergerak memanjang, melintang atau menyudut tergantung pada hasil pembubutan yang diinginkan.

KECEPATAN POTONG PADA MESIN BUBUT (CUTTING SPEED)

A. Kecepatan Potong
CS Yang dimaksud dengan kecepatan potong (CS) adalah kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang /waktu (m/menit atau feet/menit).
Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku, maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/benda kerja. Dengan demikian rumus untuk menghitung putaran menjadi:
D = diameter pisau/benda kerja (m)
n = kecepatan putaran pisau/benda kerja (rpm)
Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda kerja dalam millimeter, maka rumus menjadi :
Tabel Kecepatan Potong Pahat HSS


B. Waktu pengerjaan
Waktu pengerjaan disini adalah durasi waktu (lamanya waktu) yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. durasi ini sangat penting diperhatikan sehubungan dengan efisiensi pengerjaan.
1. Kecepatan pemakanan (f)
yang dimaksud dengan kecepatan pemakanan adalah jarak tempuh gerak maju pisau/benda kerja dalam satuan millimeter permenit atau feet permenit. Pada gerak putar, kecepatan pemakanan, f adalah gerak maju alat potong/benda kerja dalam n putaran benda kerja/pisau per menit.
Besarnya kecepatan pemakanan dipengaruhi oleh:

* jenis bahan pahat yang digunakan
* jenis pekerjaan yang dilakukan, misalnya membubut rata, mengulir, memotong atau mengkartel dan lain-lain
* menggunakan pendinginan atau tidak
* jenis bahan yang akan dibubut, misalnya besi, baja, baja tahan karat (stainless steel), atau bahan-bahan non fero lainnya
* kedalaman pemakanan

PEMBUATAN MUR BAUT METRIS M24X6 DENGAN MESIN BUBUT

pada pembuatan mur baut terbagi menjadi 2 bagian yaitu pembuatan baut dan mur. Kita bahas satu persatu untuk memudahkan pembuatan.

1. Pembuatan Baut
langkah-langkah pembuatan baut:
  • gunakan pahat 3/8' x 6" kemudian lakukan pengasahan di mesin gerinda duduk dengan ketentuan lebar pahat 3 mm. ini diperoleh dari kisar yang digunakan yaitu 6, sehingga lebar 1/2 x 6 = 3
  • dalam mengasah pada bagian pahat diberi radius, hal ini untuk mengurangi konsentrasi tegangan pada pahat sehingga pahat awet
  • lakukan setting pahat setinggi senter
  • bahan dia  1" dipotong sepanjang 205 mm
  • lakukan pembubutan muka, dan salah satu di bor senter 3/4 bagian konis center drill
  • lakukan pembubutan untuk teras dengan dia 20 mm sepanjang 70 mm
  • kemudian lakukan setting benda dan setting mesin dengan posisi penguliran kisar 6 mm
  • pahat harus tegak lurus dengan benda
  • apabila persiapan sudah selesai lakukan pembubutan dengan pemakanan 0,4 mm tiap langkah sampai selasai
  • lakukan finishing dengan pembubutan atau pengikiran
2. Pembuatan Mur
Langkah-langkah pembuatan mur:
  • gunakan pahat 1/4' x 6" kemudian lakukan pengasahan di mesin gerinda duduk dengan ketentuan lebar pahat 3 mm. ini diperoleh dari kisar yang digunakan yaitu 6, sehingga lebar 1/2 x 6 = 3
  • dalam mengasah pada bagian pahat diberi radius, hal ini untuk mengurangi konsentrasi tegangan pada pahat sehingga pahat awet
  • lakukan pemotongan pahat sepanjang 19 mm, kemudian masukkan ke pemegang
  • lakukan setting pahat setinggi senter
  • bahan dia  1 1/2" dipotong sepanjang 35 mm
  • lakukan pembubutan muka, dan salah satu di bor senter maks 3/4 bagian konis center drill
  • lakukan pembubutan muka, kemudian dibor senter dan pengeboran bertahap 10, 15 dan 20
  • lakukan pembubutan dalam sampai dia 21 - 21,5
  • kemudian lakukan setting benda dan setting mesin dengan posisi penguliran kisar 6 mm
  • pahat harus tegak lurus dengan benda
  • apabila persiapan sudah selesai lakukan pembubutan dengan pemakanan 0,4 mm tiap langkah sampai selasai
  • lakukan finishing dengan pembubutan atau pengikiran
Download

DOWNLOAD MODUL DASAR-DASAR KEJURUAN MESIN

1. Memahami dasar kekuatan bahan dan komponen mesin

2.
Memahami prinsip dasar kelistrikan dan konversi energi 
3. Memahami proses dasar perlakukan logam  
4. Memahami proses dasar teknik mesin  
5. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  

DOWNLOAD MODUL (MATERI) SMK PEMESINAN

Kebutuhan akan bahan ajar adalah sangat penting dalam suatu proses pembelajaran. Materi yang disajikan akan menarik jika bahan mengenai sesuai dengan bidangnya, kreatif, inovatif sehingga dapat merangsang pembelajaran di kelas. Penggunaan media TIK akan membantu sekali dalam kecepatan ketercapaian penyampaian informasi bahan ajar. oleh karena itu saya mencoba menyusun materi pemesinan yang disesuaikan dengan kurikulum nasional dan dapat dapat dipergunakan untuk pembelajaran jenis TIK.

Begitu juga saran dan masukan yang dapat membangun saya butuhkan untuk penyusunan materi ini untuk kemajunan pendidikan indonesia khususnya smk.

Materi pemesinan yang dapat didownload adalah: 


1. Menggunakan Peralatan pembanding dan alat ukur
2. Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi
3. Menggunakan perkakas bertenaga operasi genggam
4. Menggunakan perkakas tangan
5. Menginterpretasikan sketsa
6. Melaksanakan penanganan material secara manual
7. Menggunakan mesin untuk operasi dasar
8. Membaca gambar teknik 
9. Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut
10. Melakukan pekerjaan dengan mesin frais
11. Melakukan pekerjaan dengan mesin gerinda
12. Mengeset mesin dan program mesin NC-CNC (dasar)
13. Memprogram mesin NCCNC (dasar)
14. Menggunakan mesin bubut (kompleks)
15. Memfrais (kompleks)
16. Menggerinda pahat dan alat potong
17. Mengoprasikan mesin NC-CNC (dasar)
Pengelasan:
Tutorial CADCAM: 

Sunday, January 29, 2012

Kebaikan yang Menular.

Kita sering mendengar bahwa kebiasaan buruk bisa menular kepada orang lain. Bagaimanan dengan kebaikan ? Apakah kebaikan juga bisa menular ?
Bisa... Penularan kebaikan hanya memerlukan kesadaran dan niat saja.

Salah satu film legendaris favorit saya adalah film Pay It Foward. Sebuah film sederhana namun sangat mengena. Andai saja... jika setiap orang memiliki komitmen untuk berbuat 1 kebaikan saja pada 1 orang dan meminta orang itu untuk menularkannya kepada orang lain, dapat dipastikan Indonesia akan menjadi negara yang lebih nyaman untuk dihuni. Kebaikan akan menyentuh setiap orang Indonesia mulai dari balita hingga Presiden Indonesia.

Berikut ini adalah resensi film diambil dari www.resensi.net :
Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman
keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si putri berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”

nb :
Kebaikan selalu berawal dari dalam diri sendiri. Berbuat baiklah terhadap diri sendiri. Menerima, memaafkan dan mencintai diri sendiri merupakan modal untuk bisa melakukan kebaikan bagi orang lain.
Yuk... mulai dari berbuat baik terhadap diri sendiri kemudian menularkannya kepada orang lain.
Sandra Mungliandi

Featured Post

Las SMAW (Shield Metal Arc Welding)