Friday, December 2, 2016

Musium Kraton Sumenep Menyimpan Banyak Sejarah


Musium Kraton Sumenep jalan Dr.  Soetomo no. 6 Sumenep,  Madura, Jawa Timur menyimpan banyak sejarah.

Rian pemandu wisata menjelaskan, Musium Kraton Sumenep di resmikan pada 9 maret 1965 oleh Bupati Sumenep yg ke 9 yaitu Drs. Abdurahman.

Karaton Pajagalan atau lebih dikenal Karaton Sumenep dibangun di atas tanah pribadi milik Panembahan Somala penguasa Sumenep XXXI.

Keraton tersebut dibangun Pada tahun 1781 dengan arsitek pembangunan Karaton oleh Lauw Piango salah seorang warga keturunan Tionghoa yang mengungsi akibat Huru Hara Tionghoa 1740 M di Semarang.

Didalam lokasi terdapat peninggalan yang unik salah satunya Al-Quran yang ditulis tangan oleh Sultan Abdurrahman.


"Konon, proses penyelesaian Al-Quran yang ditulis Raja Sumenep sekitar 200 tahun silam". Kata Rian Rabu (23/11/2016).

Al Quran tulisan tangan ini berukuran panjang 4 meter, lebar 3 meter dan beratnya mencapai 500kg, "Sultan Abdurrahman menyelesaikannya hanya memakan waktu satu hari satu malam." tambah Rian.

Selain itu juga ada kereta Melor hadiah dari Kerajaan Inggris oleh Raffles pada tahun 1812 karena beliau dapat menterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke bahasa Inggris. "Sampai sekarang masih dapat dipergunakan dan di keluarkan pada saat upacara hari jadi kota Sumenep." Rian menegaskan.


Di lokasi tersebut ada pula kolam pemandian istri para Raja dan dayang-dayang nya, yang letaknya berada di sebelah Timur pendopo Agung.

Rian menambahkan kolam  pemandian itu disebut Taman Sare yang di yakini mempunyai kekuatan ajaib untuk menambah aura kecantikan dan lekas mendapatkan jodoh.

Musium tersebut didalamnya juga terdapat alat-alat peninggalan jaman dulu saat perang, seperti baju perang,  pedang,  golok, celurit, samurai, meriam dan masih banyak lagi.

Ira salah satu pengunjung mengatakan sangat senang bisa mengunjungi lokasi tersebut.

"Musium Kraton Sumenep adalah warisan sejarah yang harus selalu di jaga kelestariannya." kata Ira.